Teknologi Membuat Awet Muda
Siapa
yang tidak ingin awet muda? Tentu semua orang ingin awet muda dengan melakukan
berbagai cara, mulai obat, operasi bahkan transplantasi. Biasanya keluhan
paling banyak ketika bertambahnya usia kita adalah kerutan pada kulit yang
muncul secara alami. Hal itu merupakan bagian dari proses yang alami penuaan
yang pasti dialami oleh setiap manusia.
Meskipun
itu terjadi secara alami, proses penuaan sangat ditakuti oleh sebagian orang,
khususnya kaum perempuan. Berbagai produk kosmetik dan farmasi mulai bermunculan.
Mulai dari produk berbentuk pil kesehatan hingga operasi plastik ditempuhnya
demi mengatasi masalah ini. Sebenarnya, proses penuaan tidak hanya terlihat
dari penampilan luar saja, tetapi juga terlihat dari fungsi fisiologis yang
menurun.
Ada
tiga fase untuk menggolongkan penuaan. Fase pertama disebut sebagai penuaan
ringan. Fase ini muncul pada usia 25 sampai 35 tahun. Gejala yang muncul
biasanya daya tahan tubuh menurun, mudah lelah, kualitas tidur yang kurang
baik, warna kulit yang gelap, kerutan ringan pada wajah dan anggota tubuh
lainya, hingga munculnya bercak pada kulit.
Untuk
fase kedua disebut sebagai penuaan menengah. Biasanya gejala muncul pada usia
35 sampai 45 tahun. Tubuh akan timbul gejala emosional, dari mulai stress dan
gelisah, insomnia, kacaunya masa menstruasi, atropi pada payudara, kulit
kering, elastisitas menurun, kerutan wajah menjadi lebih dalam, dan bercak yang
parah pada kulit.
Fase
ketiga atau penuaan yang parah, terjadi di usia 45 sampai 55 tahun. Wanita akan
mengalami menopause, menurunnya hormone estrogen, berkurangnya kadar air pada
kulit sehingga mulai keriput, depresi, dan penyakit psikologis lainnya.
Jika
ditelaah lebih dalam, sebenarnya penuaan bisa diperlambat dengan cara
regenerasi sel baru. Pada dasarnya, anti penuaan adalah dengan memperbaiki sel,
memperbaiki metabolisme sel, menghidupkan kembali fungsi sel yang sudah
mengalami penuaan.
Sebagai
contoh, manusia bisa berkembang dewasa dari seorang bayi karena kecepatan
regenerasi sel yang baru lebih cepat dibanding dari kecepatan penuaan sel,
sehingga bayi dapat terus bertumbuh. Jika proses penuaan sel lebih cepat dari
proses regenerasi sel, maka manusia akan terus bertambah tua.
Tidak
dimungkiri, memperlamban penuaan adalah dambaan setiap orang. Sementara itu,
kemudaan bukanlah sekadar kulit yang halus, mengurangi kerutan, melainkan
memudakan kembali fungsi sel-sel yang ada. Dengan kata lain, kemudaan adalah
menambah sel-sel baru dengan tidak henti-hentinya sehingga fungsi sel menjadi
muda kembali.
Pengaruh
gaya hidup
Gaya
hidup yang tidak sehat akan mempercepat proses penuaan pada tubuh manusia.
Adapun beberapa penyebab penuaan diantaranya kesedihan, bergadang, sering
terkena paparan sinar matahari, serta merokok dan konsumsi alkohol. Beberapa
hal tersebut menyebabkan kulit menjadi kering, kekurangan gizi, serta
mengurangi minyak kulit hingga secara tak langsung mempengaruhi fungsi normal
kulit.
Untuk
membantu mengatasi permasalahan ini, Anda dapat melakukan pola hidup sehat.
Perbanyaklah konsumsi sayuran, buah-buahan dan makanan rendah lemak. Tak hanya
itu, olahraga secukupnya juga merupakan kunci untuk melawan penuaan.
Penggunaan
produk kosmetik yang wajar serta selektif juga harus diperhatikan. Pada
dasarnya, kosmetik memang hanya untuk memelihara kecantikan. Namun, tidak
menutup kemungkinan penggunaan kosmetik yang tidak tepat dapat memicu penuaan
dini.
Teknologi
sel induk
Seiring
perkembangan teknologi, Guangzhou Meyo Stem Cells Hospital menemukan solusi
untuk masalah penuaan dini dengan menggunakan sel induk. Ternyata, sel induk
yang dimasukkan ke dalam tubuh lewat proses transplantasi dapat melawan
penuaan.
Jenis
sel yang dimasukkan adalah sel induk dan sel NK, yaitu sel imun pada tubuh
manusia yang dapat menelan virus dan bakteri. Sel NK dapat meningkatkan daya
tahan tubuh manusia, berkhasiat menghilangkan penuaan, kanker dan sel mati,
serta dapat meningkatkan proses metabolisme tubuh
Kemampuan
sel induk dalam berkembang menjadi khasiat bagi masalah penuaan. Dalam kondisi
tertentu, sel dapat berdiferensiasi menjadi berbagai sel yang dibutuhkan oleh
tubuh manusia. Selanjutnya, setelah sel induk masuk ke dalam tubuh manusia, sel
induk dapat menggantikan dan menambahkan jumlah sel yang mati, memulihkan sel
yang rusak, mengaktifkan kembali sel yang tidur dan meregenerasi fungsi sel.
Proses
transplatansi berlangsung selama tujuh hari. Tahapannya mulai dari pemeriksaan
keseluruhan pasien sebelum operasi, penentuan jenis sel dan proses di
laboratorium yang dilakukan para ahli, transplantasi, hingga pemulihan untuk
memastikan khasiat sel tersebut.
Berdasarkan
hasil statistik kumpulan pasien penuaan di Guangzhou Meyo Stem Cells Hospital,
transplantasi sel induk menunjukan hasil yang cukup memuaskan. Sebanyak 95
persen pasien wanita sembuh dari peradangan ginekologi, penyakit kronsi
membaik, jumlah haid kembali normal, rasa tidak nyaman saat menopause
berkurang.
Pada
prinsipnya, jika disimpulkan, penuaan tubuh manusia diakibatkan oleh menuanya
organ dalam tubuh. Semakin banyak jumlah sel yang muda, semakin baik pula
fungsinya. Oleh karena itu, transplantasi dapat dijadikan alternatif untuk
meremajakan sel.
Source
: wartakesehatan


0 komentar:
Post a Comment